Lembut dalam Berdakwah

Lembut dalam Berdakwah

Yazid bin Asham berkata bahwa dahulu ada seorang pria bengis berasal dari Syam. Ia dilaporkan kepada Umar bin Khaththab karena kebengisannya itu. Pria itu juga terus menerus minum-minuman keras.

Umar memanggil sekretarisnya dan meminta untuk menulis surat untuk pria dari Syam itu.

"Tulislah! Dari Umar bin Khaththab kepada Fulan. Salamun Alaika. Aku memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah yang tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, yang Maha Mengampuni dosa, yang Maha Menerima taubat, yang Maha Dahsyat siksa-Nya lagi Maha Kaya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, dan kepada-Nya tempat kembali."

Lalu Umar memanjatkan doa dan diamini oleh orang-orang di sekitarnya. Mereka pun berdoa agar ia segera menghadap kepada Allah dengan hatinya dan bertaubat kepada-Nya.

Surat itu diterima pria tersebut. Setelah membacanya ia berkata, "Dia Maha Mengampuni dosa. Allah telah berjanji kepadaku untuk mengampuni aku. Dia Maha Menerima taubat lagi Maha Dahsyat siksa-Nya. Dia telah memperingatkan aku akan akibat dari orang yang memiliki kekayaan. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, dan kepada-Nya tempat kembali."

Ia terus mengulang-ulang kata-kata itu kepada dirinya, lalu menangis tersedu-sedu. Ia pun menghentikan kebiasaan buruknya dengan baik. Dan ketika hal itu sampai kepada Umar, maka Umar berkata, "Begitulah hendaknya kalian berbuat. Jika kalian melihat salah seorang saudara kalian melakukan kesalahan, maka luruskanlah, bantulah dan panjatkanlah doa agar Allah berkenan menerima taubatnya. Jangan sekali-kali kalian menjadi teman setan yang tengah mengganggunya."

Dipost Oleh roemasa

Murid, Pemburu Ilmu dan Hikmah

Post Terkait