Apakah boleh menggunakan uang bunga bank untuk bersedekah?

richpoor Pertanyaan:

Saya tinggal di Amerika Serikat dan memiliki rekening di suatu bank. Saya tidak mengambil uang dari bunga bank di rekening tersebut, tapi kemudian terpikir di benak saya mengapa saya meninggalkan uang itu untuk pihak bank, mengapa saya tidak menggunakan uang itu untuk bersedekah ke orang yang tidak mampu. Apakah diperbolehkan bersedekah dengan menggunakan uang dari bunga bank ?

Jawaban:


Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Segala puji hanya Allah Swt. dan shalawat serta salam semoga tercurahkan bagi junjungan kita Nabi Muhammad Saw..

Terima kasih atas kepercayaan anda kepada kami dan kami berharap, usaha yang murni kami lakukan karena Allah Swt. ini dapat memenuhi harapan anda.

Atas pertanyaan anda, Dr. Muzammil Siddiqi, mantan presiden dari Islamic Society of North America ISNA), berpendapat :

Aturan umumnya dalam Islam adalah uang haram tidak boleh digunakan untuk beramal (bersedekah). Allah Swt. berfirman di dalam Al-Qur'an, "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Al-Baqarah: 267)

Nabi Muhammad Saw. juga bersabda, “Allah Swt. adalah Dzat yang Maha Baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik-baik.." (Riwayat Muslim)

Namun dikarenakan tidak ada Bank Syariah di negara anda dan beberapa bank bahkan memberikan bunga ketika kita membuka rekening baru, maka anda sebaiknya ambil uang bunga bank tersebut dan menyedekahkannya tanpa menghitungnya sebagai Zakat. Sejumlah ulama (dari Mesir, Arab Saudi, India, Pakistan dll) memberikan fatwa seperti itu. Yang terakhir adalah Sheikh Akbar dari Al-Azhar Jadul-Haq `Ali Jadul-Haq berpendapat bahwa para ulama di zaman dulu juga terbiasa untuk memperbolehkan bersedekah dengan menggunakan uang yang pemiliknya tidak diketahui.

Sebagai analoginya, mereka menggambarkan bahwa seseorang membawa daging kambing ke hadapan baginda Nabi Muhammad Saw.. Kemudian Nabi memakannya sedikit dan bersabda, "Saya rasa kambing ini didapat dari pemiliknya tanpa izin." Lalu baginda Nabi memberitahukan mereka untuk membagikan daging kambing tersebut kepada para tawanan perang.

Imam Ghazali berbeda pendapat dengan mereka yang mengatakan bahwa tidaklah benar kalau menggunakan uang haram untuk bersedekah. Dia berkata, "Kita tidak menyedekahkannya untuk mencari pahala bagi diri kita, tapi kita menyedekahnya untuk menyingkirkannya. Kita memiliki pilihan untuk menghanguskan uang haram itu atau menggunakannya untuk membantu orang lain. Jadi akan lebih baik jika kita pergunakan uang haram tersebut untuk membantu orang lain daripada menghanguskannya.

Jika ada orang yang mengatakan bagaimana mungkin kita memberikan kepada orang lain apa-apa yang kita sendiri tidak ambil. Maka kita jawab bahwa kita tidak mengambilnya karena kita tidak membutuhkannya, tapi diperbolehkan bagi mereka yang tidak mampu untuk mengambilnya karena mereka sangat memerlukan."

Semoga Allah membimbing kita ke jalan yang lurus dan jalan yang di-ridhai-Nya, Amin.


Sumber: Islamonline.net

Reply

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Lines and paragraphs break automatically.

More information about formatting options

This blog uses the CommentLuv Drupal plugin which will try and parse your sites feed and display a link to your last post, please be patient while it tries to find it for you.
CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
1 + 12 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.