Pandangan Islam tentang Reinkarnasi

islamicfuneral Pertanyaan:

Ulama yang terhormat,

Bagaimana pandangan anda tentang keyakinan reinkarnasi yang diyakini oleh mayoritas orang beragama Hindu?

Jawaban:

Wa `alaikum Salam wa Rahmatullahi wa Barakatuh.
Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Segala puji hanya bagi Allah SWT dan shalawat serta salam bagi Nabi Muhammad SAW.


Sebagai orang Islam kita tidak meyakini reinkarnasi. Kita meyakini bahwa Allah SWT menciptakan Adam dan Hawa dan dari merekalah umat manusia beranak pianak dari generasi ke generasi berikutnya. Dalam agama Islam, manusia tidak memiliki kendali atas jiwanya setelah ia mati. Jiwa atau roh tidak akan muncul lagi setelah kematian sampai nanti di Hari Kebangkitan (Hari Akhir/Kiamat) ketika Allah membangkitkan semua yang mati untuk dimintai pertanggung jawabannya. Menurut Islam tiap jiwa/roh bertanggung jawab atas semua perbuatan yang dilakukannya. Ketika Hari Kebangkitan tidak ada seseorang yang menanggung dosa/kesalahan yang orang lain lakukan dan juga seseorang tidak akan diselamatkan kecuali atas usaha dan perbuatan yang ia lakukan semasa hidupnya.

"Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya." (Al-Muddatsir 74:38)

"Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya." (Al-Mu'minun 23:101)

Reinkarnasi (tanasukh) merupakan pemikiran yang berasal dari keyakinan Non-Islam. Pemikiran tentang reinkarnasi tidak mendapat tempat baik didalam Al-Qur'an maupun Sunah Nabi Muhammad SAW. Dalam agama Islam kita meyakini kebangkitan kembali bukan reinkarnasi. Jadi tidak ada yang namanya kehidupan di masa lampau menurut  Islam. Allah SWT menciptakan kita dari bukan apa-apa lalu Dia memberikan kita kehidupan. Kita hanya memiliki satu kali kehidupan di bumi ini. Setelah kita mati nanti kita akan dihidupkan kembali pada Hari Kebangkitan. Tidak ada jiwa/roh yang kembali lagi ke kehidupan sebelum Hari Kebangkitan.

"mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka." (Ad-Dukhan 44:56)

"Maka apakah kita tidak akan mati? melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)? Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar. Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja."  (As-Shaffat 37:58-61)


Referensi: Islamonline.net dan situs lainnya

Sebagai orang Islam kita tidak meyakini reinkarnasi?

Antapurwa's picture

"Sebagai orang Islam kita tidak meyakini reinkarnasi.."
Kalimat di atas tidaklah sepenuhnya benar. Karena tidak semua orang Islam setuju dengan pendapat tersebut. Saya sendiri beragama Islam, tapi saya percaya dan saya yakin REINKARNASI ITU ADA.

Kalimat di atas yang berbunyi "Pemikiran tentang reinkarnasi tidak mendapat tempat baik didalam Al-Qur'an maupun Sunah Nabi Muhammad SAW..." juga tidak sepenuhnya benar. Jika Anda mau menelaah ayat-ayat berikut dengan hati dan pikiran terbuka, maka agama Islam sama sekali tidak menolak bahwa reinkarnasi itu ada.

Surat Al-Baqarah 28:
"Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?"

Surat An-Nahl 70:
"Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa."

Kebanyakan ahli tafsir menerjemahkan UMUR YANG PALING LEMAH DAN TIDAK MENGETAHUI APA-APA LAGI adalah TUA DAN PIKUN. Tapi jawaban yang paling tepat adalah: BAYI. Jelas, bayi lebih lemah daripada orang tua. Lagipula di ayat itu dengan jelas ada kata DIKEMBALIKAN. Sebagai pendukungnya, silakan periksa ayat berikut:

Surat An-Nahl ayat 78:
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur."

Demikian, mohon menjadi referensi. Kita sebagai orang Islam harusnya lebih terbuka dan mau mempelajari agama kita sendiri dengan hati yang suci tanpa prasangka buruk kepada agama lain. Bukankah sebelum membaca al-Quran kita diwajibkan bersuci dulu? Maksudnya di sini bukan sekadar berwudhu, tapi mensucikan hati dan pikiran kita dari prasangka-prasangka buruk.

Wasalam.

Re: Sebagai orang Islam kita tidak meyakini reinkarnasi?

Kita sebagai orang Islam harusnya lebih terbuka dan mau mempelajari agama kita sendiri dengan hati yang suci tanpa prasangka buruk kepada agama lain. Bukankah sebelum membaca al-Quran kita diwajibkan bersuci dulu? Maksudnya di sini bukan sekadar berwudhu, tapi mensucikan hati dan pikiran kita dari prasangka-prasangka buruk.

Apa yang anda katakan benar, kita harus mensucikan hati dan pikiran kita dengan berwudhu sebelum membaca Al-Qur'an.

Artikel tentang reinkarnasi di atas bukanlah berprasangka buruk kepada agama lain. Si penjawab hanya memberikan keterangan bahwa tidak ada konsep reinkarnasi dalam Islam. Si penjawab tentu menyadari bahwa untukmu agamamu dan untukku agamaku sehingga dia hanya menjelaskan pengetahuan dia tentang agama dia sendiri, dengan tidak bermaksud menyinggung keyakinan agama lain.

Mengenai beberapa ayat Qur'an yang anda sertakan untuk mendukung teori bahwa Islam mengenal reinkarnasi, kita tidak bisa menafsirkannya secara sepihak. Bagi kita yang awam dengan Al-Qur'an tentu harus merujuk kepada kitab-kitab tafsir muktabar seperti tafsir Thabari, tafsir Ibnu Katsir, tafsir Jalalayn, tafsir Munir dll.

Salah satu contohnya adalah untuk Al-Baqarah ayat 28, menurut tafsir Thabari ayat tersebut untuk menunjukkan dua kematian yang dialami manusia yaitu, kematian pertama ketika manusia masih berbentuk nutfah dalam tulang belakang ayahnya. Kematian kedua, ketika nyawa manusia dicabut dari kehidupan dunia ini. Dua kehidupan dita'wilkan sebagai kehidupan di dunia, dan di akhirat kelak. Pendapat ini dikutip dari ahli tafsir pada masa sahabat, yaitu Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud.

Untuk tambahannya untuk tafsir (penjelasan) Al-Baqarah ayat 28:

Sekali lagi Allah mempertanyakan bagaimana mereka tetap menjadi kafir, padahal telah nyta bukti-bukti yang Allah berikan. Allah lah yang menciptakan (al-Khaliq). Kata kaifa pada ayat ini adalah harf istifham li at-taubikh wa al-inkar, atau menurut az-Zamakhsyari al-inkar wa al-ta’ajjub, sehingga dapat dimaknai dengan “bagaimana mungkin” atau “bagaimana bisa kalian kafir”. Allah mengharapkan mereka, kita semua dan siapa pun juga dapat menyadari diri sendiri.
Padahal kita berawal dari ketiadaan (‘adam) kemudian Allah mengadakan kita dari ketiadaan itu dengan perantara kedua orang tua kita. Hingga kita hadir, tumbuh dan berkembang di dunia ini. Dan pada akhirnya kita akan kembali tiada melalui pintu kematian. Kemudian setelah kematian itu, kita akan kembali dihidupkan (dibangkitkan) untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita di dunia.

Namun jika seandainya ada dari kita umat Muslim yang menafsirkan lain dan mengaitkan ayat-ayat yang anda sebutkan tadi dengan konsep reinkarnasi maka akan lain lagi ceritanya.

Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa Islam mengajarkan kita untuk menghormati keyakinan agama lain seperti pesan dari surat Al-Kaafirun.

Wassalam

Sebagai orang Islam

Visitor's picture

"Sebagai orang Islam kita tidak meyakini reinkarnasi. Kita meyakini bahwa Allah SWT menciptakan Adam dan Hawa dan dari merekalah umat manusia beranak pianak dari generasi ke generasi berikutnya. Dalam agama Islam, manusia tidak memiliki kendali atas jiwanya setelah ia mati. Jiwa atau roh tidak akan muncul lagi setelah kematian sampai nanti di Hari Kebangkitan (Hari Akhir/Kiamat) ketika Allah membangkitkan semua yang mati untuk dimintai pertanggung jawabannya. Menurut Islam tiap jiwa/roh bertanggung jawab atas semua perbuatan yang dilakukannya. Ketika Hari Kebangkitan tidak ada seseorang yang menanggung dosa/kesalahan yang orang lain lakukan dan juga seseorang tidak akan diselamatkan kecuali atas usaha dan perbuatan yang ia lakukan semasa hidupnya."

Karena anda muslim maka yakinilah itu, dengan tanpa meng-kafir-kan yang menyakini sebaliknya.

"Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya."

Betul, reinkarnasi bukanlah "hukuman", tapi lebih merupakan buah/hasil dari suatu perbuatan. Kenapa reinkarnasi terjadi, itu lebih pada pilihan kita sendiri. Tidak ada nasib atau takdir, tapi semua adalah pilihan kita sendiri. Muslim dan Hindu memakai konsep yg berbeda disini, "manusia tidak memiliki kendali atas jiwanya setelah ia mati" nah disini letak perbedaannya, mungkin menurut muslim roh adalah satu kesatuan utuh dari badan energi manusia, tpi bagi Hindu sebenarnya roh adalah tingkat kesadaran manusia. Roh adalah yg selalu menasehati kita ketika kita ingin berbuat salah (hanya salah satu contoh) dari dalam diri kita sendiri, roh bersifat netral badan materi yg bersifat buruk dan dapat mempengaruhi roh (badan energi). Karena badan materi sangat terikat pada materi/kebendaan (badan materi membutuhkan kebendaan untuk tetap hidup), badan materi memerlukan unsur lain yg tidak kasat mata untuk hidup. Roh adalah kesadaran kita, tapi ketika kita menjadi manusia kesadaran kita berkolaborasi dengan badan materi kebutuhan dari badan materi ini akan terpengaruh oleh keinginan dari badan materi. Lalu kenapa kesadaran yg suci itu harus menerima azab, ini karena kesadaran tidak mampu mengendalikan kenginan badan materi kita yg lebih sering bersifat negatif dari pada positif-nya.

Lalu kenapa harus reinkarnasi ? Sekali lagi keyakinanan saya adalah kita yg menentukan sendiri hidup kita ini. Kalau si A memilih tidak reinkarnasi ya itu pilihan anda, si B memilih reinkarnasi itu pilihan dia, semua kembali kepada apa yg kita yakini. Perbedaan mendasar dari keyakinan ini adalah jawaban dari pertanyaan : Apa tujuan kita ada di dunia (dunia dalam arti luas, bukan hanya bumi dan galaksi yg kita tempati ini) ini ? Kalau tujuan kita hanya masuk surga dan neraka, perjalanan menjadi manusia sudah cukup, tapi kalau tujuan kita kembali menyatu dengan dimana kita berasal (Tuhan/Sang Pencipta/Allah/ Atau apapun istilahnya sesuai dg konsep Prime Causa) Nihana - Buddha atau Moksha - Hindu, maka perjalanan menjadi manusia satu kali belum tentu cukup. Sampai kesadaran itu semakin murni (ini yg susah...). Mana yg lebih baik jawabanya terserah anda mau yg mana....

"Dalam agama Islam kita meyakini kebangkitan kembali bukan reinkarnasi",
SAMA di Hindu juga, badan sudah hancur bangkit dari mana, yg sisa hanya kesadaran kita dan "karma baik/buruk". Reinkarnasi bukan kebangkitan dari kubur, tapi kelahiran berulang. Reinkarnasi melampaui batasan ruang, waktu, ras, budaya, agama, dll. Reinkarnasi bisa berbentuk apasaja, bisa beda mahluk, keyakinan, kelamin, bangsa, dll.
Sifat dari kesadaran sama dengan sifat Sang Pencipta (tak berbentuk, berbau, berkelamin, terikat ruang, terikat waktu, suhu, dll (10 sifat Tuhan dalam agama Hindu). Kalau Kesadaran bisa memurnikan dirinya maka dia akan kembali bersatu dg penciptanya, kelahiran kembali adalah proses dari pemurnian itu (seharusnya !). Kalau kita hanya terpaku pada tujuan surga dan neraka, maka seperti lagunya Akhmad Dhani " Kalau Surga & Neraka Tak Pernah Ada Masihkah Kita akan Takut Kepada-NYA). Kasarnya, kita mau berbuat baik karena kita minta imbalan dari TUHAN, kalau imbalan (azab) itu gak ada boleh dong kita berbuat buruk.

"Maka apakah kita tidak akan mati? melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)? Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar. Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja."

Kalu bisa sekali jadi manusia dan selesai, bagus dong.... sudah pasti itu kemenangan besar.

Reply saya ini hanya bertujuan untuk berbagi pemahaman tidak bertujuan untuk menghakimi (itu urusan Tuhan), tidak ada yg yg salah dan benar dalam hal ini semua kembali kepada kita sendiri, kita percaya yg mana ? Sekalipun gak pernah ke pura atau masjid malah meyembah batu di pinggir jalan tiap hari, tapi bila dengan menyembah batu itu kita takut berbuat dosa itu jauh lebih baik, daripada tiap hari ke pura ato masjid tapi setiap tahun enam bulannya kita habiskan di penjara. Tuhan tidak bodoh, dia tahu meski apa yg ingin kita lakukan masih dalam pikiran kita, dia memberi kita kesempatan untuk terus berusaha memurnikan diri. Kita saja yang sering tidak sadar akan kesempatan itu. Taman bunga akan lebih indah jika bunganya beragam, apalagi kalau bisa tertata dengan harmonis.

"AKU akan datang padamu, sebagaimana kau datang pada-KU (aku=sang pencipta)" -- Bhagavad Gita --

Regard
Darma Yasa

bolehkah bertanya tentang reinkarnasi

ahad_one's picture

Bolehkah saya bertanya sedikit tentang reinkarnasi dalam konsep Hindu kepada Sdr. Dharma Yasa? terimakasih sebelumnya jika berkenan, karena ini hal yang sangat penting dan merupakan satu konsep yang diyakini dalam Hindu. Semoga dengan jawaban anda, bisa memberikan pemahaman kepada kita semua para blogger disitus ini.

1). Sama atau berbedakah pemahaman reinkarnasi dengan teori evolusi Darwin?
Karena darwin mengatakan materi yang ada sekarang merupakan perubahan bentuk dari materi sebelumnya. Misalnya, manusia berasal dari kera. Namun perlu diketahui konsep darwin ini sudah dimentahkan bahkan banyak ditolak oleh sains atau penemuan-penemuan modern.

2). Reinkarnasi tidak harus menjelma menjadi makhluk yang sama (ulasan ini saya peroleh dari situs Parisadha Hindu Dharma Indonesia). Artinya, bisa saja seorang manusia menitis kedalam seekor hewan, atau sebaliknya. Benarkah begitu?

3). Misalkan saya banyak berbuat baik dan jadi orang yang taat pada perintah Tuhan, maka saya adalah reinkarnasi dari orang baik dan taat sebelumnya, meskipun saya tidak tau siapa itu. Maka betapa beruntungnya saya dpt reinkarnasi seperti itu.
Tapi bagaimana jika sebaaliknya?
Bukankah kita banyak lihat dan mendengar, ada manusia yang bermoral buruk dan bejat. Ada yang merampok,memperkosa, membunuh dsb. Belum lagi adanya penyakit Aids, HIV, kanker dsb. yang menyebabkan rasa sakit dan penderitaan pada yang mengalaminya. Ujung2 dari sifat dan sakit seperti itu adalah kesengsaraan. Betapa jeleknya nasib seperti itu.
Pertanyaannya, apakah adil jika seseorang yang lahir dalam keadaan bersih, tiba-tiba dia kemudian hanya menyandang reinkarnasi dari katakanlah seorang yang jahat dan bermoral bejat sebelumnya atau menyandang penyakit mengerikan dari makhluk sebelumnya?(sementara penyakit Aids, HIV dan lain-lain penyakit baru yang tidak pernah ada sebelumnya. Ini reinkarnasi dari mana?)

4). Seperti diyakini beberapa agama yang ada sekarang bahwa umur alam semesta ini sudah sangat tua artinya akhir dunia ini sudah begitu dekat. Ini pun sudah dibuktikan oleh para saintist mutakhir akan keberadaan alam semesta yang sangat tua sejak Big Bang terjadi bermilyar-milyar tahun yang lalu. Alam semesta mengembang sejak saat itu, dan kian lama hingga saat ini kian melambat. Artinya, seperti sebuah balon yang ditiup, pada titik puncaknya akan meletus. Dan peristiwa meledaknya alam semesta ini diperkirakan akan tiba pada saatnya (ini pun waktunya tidak akan terlalu lama lagi). Artinya, alam semesta ini berakhir, tinggal Yang Menciptakan Alam Yang Maha Kekal saja yang ada.
Pertanyaan saya, melihat perilaku dari sekian milyar manusia yang hidup saat ini, masih banyak kejahatan dan kebrutalan terjadi dimana-mana. Perang, pembunuhan, perampokan dsb. masih banyak terjadi. Artinya, jika reinkarnasi terjadi secara konsep Hindu maka proses ini akan membutuhkan waktu yang masih sangat panjang dan lama. Belum lagi masih banyak binatang buas seperti ular, singa, macan dsb. Dengan terjadinya perulangan/atau reinkarnasi seperti itu, sampai kapan akan terjadinya 'Moksa' (penyatuan kembali dengan Brahman)?

5). Apakah bisa disamakan pengertian reinkarnasi sebagai Reward and Punisman? Dharma dan Adharma, baik dan buruk. Jika Moksa (penyatuan dengan Brahman) adalah siklus terakhir dalam proses reinkarnasi, apakah Nirwana itu ada atau tidak? Dimanakah adanya Nirwana, siapa penghuninya dn buat siapa?

Mungkin hanya itu pertanyaan dari saya semoga berkenan memberikan penjelasan. Seblumnya tak lupa saya sampaikan maaf jika ada yg tidak berkenan. Terimakasih

reincarnation

GUS's picture

Hindu sangatlah universal hindu bukanlah agama hindu tapi adalah sanata dharma .Di dalam kitab2 hindu tidak pernah menyebutkan agama tapi dharma ! karna tidak terkontaminasi arah politik pada zaman itu wahyu2 dari para maha resi layak di percaya karna tidak ada kepentingan apapun kecuali mengajarkan kebajikan apa ?? yang diinginkan ketenaran ?? harta ?? nafsu ??tidak ada sama sekali !!!!merekasama sekali tidak kawin hanya bertapa ,beryoga, semadhi memusatkan pikiran mencari tuhan sendiri2 itulah kebebasan hindu dalam pencarian Tuhan.Bukan berdasarkan dogma2 atau khayalan2 yang di lebih2kan .Menurut saya, teori darwin dalam bukunya tentang evolusi tidak dikatakan bahwa manusia = monyet, namun Homo Sapiens dan Neanderthal. dan dalam hindu yang berevolusi adalah sang roh.berulang-ulang bahkan sampai ribuan kali kelahiran dan kematian yang disebut samsara.begitu juga penyakit Karma phala istilah kimianya setiap aksi akan mendapatkan 2x reaksi yang lebih besar dari aksi sebelumnya/Setiap Aksi ada Reaksi tanpa memandang agama apa!! seperti pencuri di hukum oleh Hukum negara .tidak ada takdir jika tadkdir ?? apakah beliau adil apakah Tuhan pilih kasih??? tidak !!!!hukum alam = hukum karma
Moksa berarti kebebasan dari ikatan duniawi,mendapatkan kebahagiaan rohani bebas dari karma phala/reincarnation bebas dari samsara /penderitaan , kelahiran berulang-ulang . suka duka lara pati .nirwana ??di dalam BUdha /Sorgam di dalam Hindu ada tapi bukanlah tujuan akhir .di surga masih ada kelahiran dan kematian.umur mahkluk yang menghuni planet surga dan para dewa lebih panjang dari planet bumi di bumipun surga itu ada apabila ketenangan ada di dalam dirinya surgalah yang ia dapatkan tanpa keinginan2 material dan berhubungan sex /mengumbar nafsu seperti para Sadhu, para yogi ,para pertapa mereka menjalaninya untuk tujuan Moksa pergi kehutan duduk bersila diatas rumput kusa memusatkan pikiran kepada Brahman NB:bukan brahma . begitu juga orang yang tidak kekurangan,orang yang mendapat kedudukan,seorang raja, menurut hasil karmanya surgalah baginya dunia ini tapi suatu saat iapun akan jatuh !! apabila keinginan itu menari2 . pikiran bagaikan ular berlari tanpa arah {slalu timbul keinginan memaksakan kehendak , kedengkian ,iri hati ,memfitnah ,menjelek-jelekan orang lain ,membuat suatu terror ,untuk memuaskan nafsunya ia sudah mulai menciptakan neraka !!Jadi Moksalah tujuan utama ./pembebasan untuk jelasnya silakan baca Upanisad /Bhagawan gita /Veda panjang untuk dijelaskan karena hindu gampang untuk di mengerti oleh kecerdasan manusia karna Beliau me-wahyukan tanpa tapsiran karna pikiran manusia sangatlah terbatas untuk mengerti Beliau Hindu tidak pernah menekankan Agama Dharmalah yng slalu ditekankan

ORANG YANG MENGENAL SIFAT ROHANI KELAHIRAN DAN KEGIATAN-KU
TIDAK DI LAHIRKAN LAGI DI DUNIA MATERIAL INI SETELAH MENINGGALKANBADAN,
MELAINKAN IA MENCAPAI TEMPAT TINGGALKU YANG KEKAL WAHAI ARJUNA ( BHAGAWAND GITA 4.9 )

DENGAN JALAN APAPUN ORANG2 MENYEMBAH-KU
DENGAN JALAN ITU PULA AKU DATANG MENEMUINYA O..PARTHA (BHAGAWAND GITA 4.11 )

Re: Sebagai orang Islam

Terima kasih banyak karena telah berkunjung dan memberikan komentar mengenai pemahaman reinkarnasi dari sudut pandang agama Hindu. Semoga perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita semua untuk saling menghormati dan menghargai antar keyakinan yang berbeda :)

REINKARNASI

odip's picture

#
Odip permalink

untuk memahami tentang Reinkarnasi kita harus mulai dulu dari pengertian tentang hidup. Apa itu hidup, rumusnya simpel hidup = tidak mati, berarti mahluk hidup itu sebenarnya tidak mati alias hidup terus alias kekal. Ciri hidup itu adalah adanya kesadaran (consciousness). Untuk lebih memahaminya coba kita bandingkan Manusia yang hidup (ada unsur hidup) dengan Manusia yang mati (tidak ada unsur hidup). Manusia hidup bisa merasakan, mencintai, membenci, bergerak, berkarya dll, sedangkan manusia yang mati tidak bisa berbuat apa-apa, badannya keropos kemudian hancur. Jadi kita dapat menemukan perbedaannya antara badan yang ada unsur hidup dengan badan yang tidak ada unsur hidup. Pertanyaannya adalah “Apakah unsur hidup itu ?” unsur hidup itu ada yang menyebutnya Roh, Atman, Ruh, Soul atau apalah namanya. Manusia yang mati sering disebut “meninggal” artinya bahwa badannya ditinggalkan oleh unsur hidup itu oleh karena sesuatu hal. Kalau hal ini sudah dipahami maka kita dapat mengerti tentang perbedaan antara Roh (Unsur hidup) dan Badan (Unsur Mati). Unsur hidup bersifat kekal sedangkan Badan bersifat kebalikannya yaitu sementara alias tidak kekal atau mengalami kehancuran. Nah kalau perbedaan antara dua hal ini dapat dimengerti, kita lanjutkan lagi ke langkah selanjutnya tentang sang Unsur Hidup (Roh) yang bersifat kekal itu. Karena Roh bersifat kekal berarti dia bisa hidup di mana saja, dalam keadaan apa saja, di tanah, di udara, di air, di angkasa, dalam panas atau dingin, pokoknya dimana saja. Sedangkan badan harus menyesuaikan dengan tempat dan keadaan. Contohnya kita dapat temukan mahluk hidup dimana saja dan badannya menyesuaikan dengan tempat dan keadaan, misalnya badan ikan cocoknya di Air, Buaya di Air dan di darat, Manusia di darat (Asal jangan Buaya Darat he he he). Beruntunglah manusia yang memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dapat membuat alat bantu untuk dia bisa menyesuaikan diri, seperti kalau pingin lama di Air dia bikin Alat selam dll. Begitulah mereka menyesuaikan diri. Kalau pengertian sederhana ini tentang unsur hidup (Roh) sudah kita pahami UFO itu bukan hal aneh, karena unsur hidup itu ada dimana-mana dan sudah barang tentu badan-badan mereka diciptakan sesuai dengan tempat dan keadaan mereka. Bisa saja badan mereka diciptakan dari unsur-unsur material yang halus yang tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang atau bisa saja diciptakan dari unsur-unsur material kasar yang bisa dilihat dengan mata.
Seperti misalnya Virus yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang manusia. Nah sekarang kita buka wawasan kita tentang Re-inkarnasi dalam pengertian perpindahan/pergantian badan (Pakaian) dari badan yang lama ke badan yang lain dari unsur hidup (Roh) yang kita bahas tadi. Oleh karena suatu keadaan unsur hidup itu meninggalkan badannya yang lama dan berdasarkan keinginannya dia mendapatkan/berpindah ke badan yang lain sesuai dengan keinginannya. Jadi “Keinginan” adalah kunci dasar badan (Pakaian) apa yang di dapatkan oleh unsur hidup itu kemudian dan adanya keinginan adalah ciri dasar dari unsur hidup (Roh) itu, dari keinginan muncul perbuatan/tindakan (karma).
Balas
#
2009 November 5
Odip permalink

Lanjutan…….(moga moga aja gak bosen)

Lanjut ke Keinginan dan Perbuatan/tindakan (karma). Analoginya begini biar lebih mudah. Pada saat nonton TV ada iklan tentang pakaian yang menarik dengan harga 200 ribu, muncul keinginan kita untuk membeli pakaian tersebut dan mulai mengumpulkan uang untuk dapat membelinya, setelah uang terkumpul cukup untuk membelinya, kemudian kita datang ke Butik yang menjual pakaian dan memilih pakain tersebut. Selanjutnya transaksi terjadi. Keinginan pas, uang ada dan pakaian menjadi milik kita. Jadi butik tersebut perumpamaan dari Alam Semesta yang begitu luas yang menyediakan berbagai macam pakaian/badan, keinginan adalah keinginan memiliki pakaian, usaha mencari uang sampai mendapatkan uang adalah karma (perbuatan/kegiatan). Kalau keinginan dan perbuatan sudah pas maka dapatlah kita badan yang kita inginkan. Transaksi terjadi.
Alam semesta ini begitu luas dan perpindahan/pergantian dari badan satu ke badan lain, dari mahluk satu ke mahluk yang lain tidak hanya terjadi di bumi tapi antar Planet, karena sifat dari Roh (unsur hidup) yang kekal tersebut memungkinkan mereka ada di mana-mana di seluruh alam semesta ini dan mengalami Reinkarnasi ada yang naik dan ada yang turun. Coba kita bayangkan berapa jumlah semut, berapa jumlah kecoa, belum lagi jumlah Virus, Bakteri, Ikan, Kuman, Tupai, dll di muka bumi ini, belum lagi mahluk-mahluk lain di planet2 lain mereka semua adalah mahluk hidup, kebayang gak. Inilah keagungan Tuhan.