7 Panduan umum untuk membesarkan anak secara Islami

muslimfamilyAllah Swt. telah memberikan amanah berupa anak-anak kepada para orang tua. Para orang tua memiliki tanggung jawab untuk membesarkan anak-anaknya sesuai dengan cara yang Islami. Jika mereka melakukan itu maka mereka akan mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat dan jika mereka tidak melakukan itu maka mereka akan mendapatkan buah/hasil yang tidak baik di dunia dan akhirat nanti.
Itulah mengapa Islam memerintahkan para orang tua untuk benar-benar menjaga anak-anak mereka dan membesarkannya dengan prilaku yang Islami.

Laki-laki dan perempuan, ayah dan ibu, sama-sama memiliki tanggung jawab untuk membesarkan, mendidik dan membangun generasi baru dengan cara dan jalan yang tepat. Dalam diri manusia terdapat dua kecenderungan yaitu menjadi baik atau menjadi buruk, maka para orang tua harus mendorong dan mengembangkan anak-anaknya kepada kecenderungan yang baik sehingga kelak ia bisa menjadi manusia yang bermanfaat yang dapat membantu dirinya dan orang lain. Allah Swt. berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (At-Tahrim: 6)

Terdapat 7 panduan umum bagaimana caranya membesarkan anak secara Islami.

1- Tunjukkan nilai-nilai yang baik dan pengaruhnya kepada diri sendiri maupun kepada lingkungan; juga tunjukkan pengaruh dari perbuatan yang tidak baik, semuanya itu dilakukan dengan memerhatikan tingkat kemampuan si anak.

2- Para orang tua harus menjadi contoh yang baik dalam prilaku keseharian mereka karena anak-anak suka untuk meniru prilaku dan kebiasaan orang tuanya.

3- Mengajarkan kepada anak tentang prinsip-prinsip dalam agama dan ajarkan dia bagaimana caranya beribadah, sehingga seiring usianya bertambah ia akan memahami. Nabi Muhammad Saw. bersabda “Perintahkanlah anak itu shalat ketika ia telah sampai tujuh tahun. Dan jika telah sampai sepuluh tahun maka pukullah dia”

4- Perlakukan anak-anak dengan baik dan lembut. Nabi Muhammad Saw. mengajarkan kita dalam prakteknya seperti apa. Nabi Muhammad saw. suatu ketika sedang shalat. Cucunya, Hasan bin Ali ra, masuk mendekatinya. Ketika beliau sujud, Hasan naik di pundak Rasulullah saw., maka Rasulullah saw. melamakan sujudnya, sehingga Hasan turun. Ketika Rasulullah saw. selesai shalat, sebagian shabat bertanya kepadanya, “Apa yang menjadikan Engkau lama dalam sujud? Beliau menjawab, “Sesungguhnya putraku telah naik di pundakku, maka saya tidak ingin mengusiknya dengan segera berdiri dari sujud.”

5- Satu hal penting yang harus diajarkan para orang tua kepada anak-anaknya adalah memilih teman yang baik dan menghindari teman yang tidak baik, karena anak-anak mudah terpengaruh sekali oleh teman-teman mereka. Prilaku yang buruk dapat dengan mudah dipengaruhi oleh teman yang tidak baik. Sehingga Nabi Muhammad Saw. mengingatkan kita dengan sabdanya, “"Seseorang (diukur) berdasarkan agama temannya; maka hendaklah salah seorang di antara kamu melihat siapa yang ia jadikan kekasih (teman)." (HR.Abu Daud)

6- Mendorong agar anak memiliki rasa sebagai bagian dari umat Islam, dengan mengajarkan dia bagaimana persaudaraan antar umat Islam itu, mengajarkan dia untuk peduli terhadap umat Islam di mana saja dan merasakan bahwa dia pun bagian dari 'tubuh' umat Islam lainnya, merasakan kegembiraan ketika umat Islam lainnya bergembira, merasakan kesedihan ketika umat Islam lainnya bersedih dan melakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan dari umat Islam.

7- Ilhami anak-anak kita untuk mencintai Allah, Rasul-Nya, kaum Muslim dan semua orang. Cinta seperti ini akan menuntun kepada rasa saling mengasihi kepada mereka yang dicintai.


Sumber: Islamonline.net