Menunjukkan rasa hormat ketika seseorang sedang membaca Al-Qur'an

fiqh1Pertanyaan:

Assalamu`alaikum. Kedua orang tua saya selalu mengingatkan saya agar ketika seseorang sedang membaca Al-Qur'an maka orang-orang yang mendengarkannya harus berada dalam posisi yang sejajar. Contohnya, jika saya sedang membaca Al-Qur'an dan saya duduk di tempat tidur, tapi kakak saya duduk di lantai, maka hal tersebut salah. Menurut orang tua saya jika seperti itu kasusnya maka sebaiknya kakak saya yang harus duduk di tempat tidur atau saya yang harus turun dan duduk di lantai, yang pada intinya kita berdua harus duduk dalam posisi yang sejajar. Kenapa harus seperti itu?

Juga ilustrasi lainnya: Adik saya duduk di ruang sebelah dan dia sedang membaca Al-Qur'an di lantai, tapi saya sendiri sedang duduk di tempat tidur, apakah aturan yang sama itu tetap berlaku meskipun saya dan adik saya berbeda ruangan? Kenapa?

Jawaban:

Wa`alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Segala puji hanya bagi Allah Swt. dan shalawat serta salam bagi Nabi Muhammad Saw..

Penanya yang terhormat, terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami dan kami harapkan jawaban kami, yang murni niat membantu karena Allah, dapat memenuhi harapan anda.

Yang pertama, kami ingin tekankan bahwa seorang Muslim diperintahkan, bahkan oleh Al-Qur'an itu sendiri, untuk mendengarkan dengan penuh perhatian ayat-ayat Al-Qur'an, menunjukkan rasa hormat ketika dibacakan dan sekaligus merenungkan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacakan tersebut. Allah Swt. berfirman: “Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (Al-A`raf: 204)

Atas pertanyaan anda, Dr. Muzammil Siddiq, mantan presiden dari Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA), menjelaskan:

“Al-Qur'an adalah kalam (perkataan) Allah Swt. Al-Qur'an merupakan kitab suci. Tiap Muslim harus menghormati kitab ini dan memuliakannya. Sikap lahir kita akan mencerminkan rasa cinta yang mendalam, rasa kasih sayang, penghormatan dan penyerahan diri kita kepada Allah Swt.

Membaca Al-Qur'an tidak sama seperti ketika kita membaca buku-buku biasa. Membaca Al-Qur'an ada etika dan aturannya. Imam Ghazali menyebutkan ketika seseorang hendak membaca Al-Qur'an maka dia harus suci dari hadats kecil (berwudhu), bersuara dengan lembut tapi vokal yang jelas, menghadap kiblat, menjaga pandangan tetap ke bawah dan tidak boleh duduk dalam posisi sombong, tapi duduklah dengan rendah hati seperti halnya ketika kita membayangkan hendak bertemu dengan Sang Pencipta.

Imam Nawawi menambahkan bahwa mulut harus bersih, tempat yang diduduki juga harus bersih, wajah menghadap kiblat dan posisi tubuh memperlihatkan kerendahan hati.

Bagi seorang Muslim yang melihat orang yang sedang membaca Al-Qur'an harus menghormatinya dan jika orang itu membaca Al-Qur'an dengan suara yang lantang, maka mereka harus diam mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacakan tersebut.

Tidak perlu untuk duduk dalam posisi yang sejajar guna menghormati seseorang yang sedang membaca Al-Qur'an. meskipun hal tersebut baik untuk menunjukkan rasa hormat pada Kitabullah. Tidak perlu membesar-besarkan soal itu. Duduk dalam posisi yang sejajar tidak diperlukan jika orang yang mendengarkan tidak duduk di dekat si pembaca. Tidak perlu untuk meminta semua orang yang ada di rumah dan ada di ruangan lain untuk duduk dalam posisi yang sejajar.

Semoga Allah Swt. memberkati kedua orang tua anda karena telah mengajarkan kepada anda untuk menghormati Kitabullah. Namun ingat bahwa Al-Qur'an itu untuk selalu dibaca. Jangan anda menjauhkannya karena penghormatan anda yang mungkin terlalu berlebihan. Al-Qur'an semestinya dibaca rutin tiap hari dan sesering mungkin. Allah Swt. berfirman: “Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Al-Baqarah :121).

Berapapun ayat Al-Qur'an yang dibacakan, haruslah diketahui artinya. Kita harus tahu apa yang dipesan-kan oleh Allah Swt. dan kita pun harus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Allah Swt. berfirman, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (Shad :29)”

Semoga Allah Swt. membimbing kita ke jalan yang lurus dan jalan yang Dia ridhai. Amin.


Sumber: Islamonline.net