Periode haid istri tidak rutin, lalu bagaimana dengan shalatnya?

womenislamPertanyaan:

Periode haid yang dialami istri saya tidak rutin. Kadang haidnya datang setelah dua atau tiga bulan lalu haidnya itu tidak berhenti di hari-hari normal. Terkadang haidnya itu bisa sampai satu bulan lamanya. Saat ini darah haidnya keluar sedikit demi sedikit dan kemudian keluar banyak. Dapatkah dia untuk memulai shalat dan puasanya? Apakah istri saya harus menunggu sampai darahnya benar-benar berhenti keluar?

Jawaban:

Segala puji hanya bagi Allah SWT dan shalawat serta salam bagi Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa jumlah hari terbanyak dari haid seorang wanita adalah lima belas hari. Untuk itu jika masih ada darah yang keluar setelah 15 hari maka darah tersebut dianggap sebagai darah Istihadhah (aliran darah yang keluar terus menerus karena penyakit). Selama darah istihadhah masih keluar maka seorang wanita tidak boleh berhenti untuk melaksanakan shalat dan puasa.

Setelah mempelajari semua hadits yang ada yang berhubungan dengan darah istihadhah maka kami menyimpulkan bahwa seorang wanita akan menghadapi tiga kondisi seperti dibawah ini:

1. Seorang wanita yang mengetahui kebiasaan masa haidnya; dalam kasus seperti ini dia harus bertindak berpatokan pada kebiasaannya itu. Ketika waktu haid datang maka dia mulai berhenti melaksanakan shalat, puasa dll. Ketika waktu haidhnya sudah berakhir maka dia harus melakukan mandi besar (mandi junub) dan mulai melakukan semua kewajiban ibadahnya yang wajib seperti shalat dan juga yang lainnya.

2. Untuk kasus kedua, seorang wanita mampu membedakan darah yang keluar berdasarkan warna dan baunya. Lalu yang ia lakukan adalah bertindak menurut jenis darah yang ia lihat. Tentang darah istihadhah ini Nabi pernah menjelaskan, sebagaimana yang pernah dikatakan Nabi kepada Fatimah Binti Abi Hubaisy --yang ketika itu dia sedang mengalami istihadhah-- "Jika darah yang keluar adalah hitam, seperti yang sudah dikenal, darah itu adalah darah haid, maka janganlah kamu melakukan salat. Jika tidak seperti itu (artinya warna darah tidak hitam) maka itu adalah darah istihadhah. Maka berwudhulah dan lakukanlah salat."

3. Untuk kasus ketiga, seorang wanita tidak tahu pasti kebiasaan haidnya atau dia lupa akan waktu pastinya dan bahkan ia tidak mampu membedakan darahnya yang keluar apakah itu darah haid atau darah istihadhah. Dalam kasus ini maka dia harus menganggap waktu haidnya adalah enam atau tujuh hari yang mana merupakan masa haid umum bagi wanita normal.

Dan tiga poin diatas adalah ringkasan dari hadits-hadits yang terkait dengan masalah ini.
Dari ketiga poin diatas dapat diketahui apa yang harus dilakukan jika darah haid terus saja mengalir meskipun sudah berlangsung satu bulan atau bahkan lebih.
Sedangkan untuk masalah darah yang keluar itu lebih sedikit dari biasanya atau keluarnya sedikit demi sedikit maka dalam kasus seperti itu seandainya dirinya sudah merasa bersih dan suci maka dia harus menyegerakan untuk mandi besar (mandi junub) dan melakukan shalat serta puasa meskipun masa haidnya belum berakhir.
Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui.


Sumber: Islamweb.net