Istri Menstruasi Ketika akan Umrah

Pertanyaan :

Ulama yang terhormat, As-salamu `alaykum. Saya rencana akan pergi ke Pakistan bersama istri. Di tengah jalan kami berpikir untuk sekalian saja melakukan umrah. Namun selama kami tinggal di Mekah istri saya mengalami menstruasi. Sekarang saya bingung apa yang harus dilakukan. Tolong berikan saya masukan untuk masalah ini yang sesuai dengan hukum syariah.

Answer (Dr. `Abdullah Al-Faqih) :

Wa `alaykum As-Salamu wa Rahmatullahi wa Barakatuh.

Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Segala puji hanya bagi Allah SWT dan shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW.

Saudaraku, kami ucapkan terima kasih atas pertanyaannya. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Semoga Allah memberikan balasan yang melimpah kepada anda atas niat baik dan keingintahuan anda akan jalan yang benar sesuai syariah Islam.
Wanita yang sedang menstruasi dapat melakukan semua aktivitas Haji dan Umrah kecuali Tawaf, yang dimana tawaf itu bisa ia lakukan ketika ia sudah suci dari menstruasinya.

Atas pertanyaan anda, ulama Muslim Dr. `Abdullah Al-Faqih, supervisor Pusat Fatwa di www.islamweb.net, menyatakan:
Bagi wanita yang sedang menstruasi bisa melakukan semua rukun dan kewajiban dalam Haji atau Umrah kecuali untuk ritual Tawaf (berputar mengelilingi Ka'bah). Bahkan tidak boleh wanita itu melakukan Tawaf sebelum menstruasinya berhenti dan ia melakukan ghusl (mandi besar). Jadi ketika istri anda yang dalam keadaan menstruasi dan mencapai batas area miqat maka berniatlah untuk Umrah. Lalu segera bersikap seperti dalam keadaan Ihram yaitu dengan menghindari segala hal yang tidak diperbolehkan bagi seseorang yang dalam keadaan ihram, seperti memakai parfum ataupun yang lainnya.
Lalu ketika masa menstruasinya sudah berhenti dan dia melakukan ghusl (mandi besar) maka dia dapat melakukan Tawaf atau ritual Umrah yang lainnya. Tapi jika masa menstruasinya itu dimulai ketika dia sudah memasuki Mekah dan sesudah ia melakukan Tawaf maka dia tinggal menyelesaikan ritual-ritual lainnya saja untuk menyelesaikan Umrahnya. Hujah atas ini adalah hadist Nabi Muhammad SAW yang pernah berkata kepada istrinya A’ishah RA yang saat itu sedang dalam keadaan menstruasi: “Lakukan apa saja seperti para jemaah haji lainnya lakukan. Tapi jangan Tawaf mengelilingi Ka'bah kecuali kamu sudah suci.”


Sumber : Islamonline