Wanita dan Pendidikan dalam Islam

womenislam Sudah merupakan kewajiban bagi tiap Muslim baik itu pria maupun wanita untuk mendapatkan pengetahuan. Untuk itu diantara keduanya tidak ada perbedaan sama sekali dalah memperoleh pendidikan dan pengetahuan. Dan berikut pentingnya mencari ilmu pengetahuan bagi pria dan wanita seperti yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam Al-Qur'an dan Sunnah.

1. Pentingnya belajar dan mencari ilmu dalam Islam adalah seperti yang telah diperintahkan oleh Allah SWT dalam surat yang petama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, ketika itu malaikat Jibril membawa wahyu dan meminta Nabi Muhammad SAW membacanya. Allah SWT berfirman: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” - (Al-Alaq : ayat 1-5). Al-Qur'an yang merupakan kitab suci umat Islam dimulai dari kata `bacalah'. Dan jika diurutkan dari lima ayat awal itu maka kita akan dapatkan kata `bacalah', `mengajar' dan `kalam', maka akan terlihat betapa pentingnya membaca, belajar, menulis dan mengajar.
Nabi Muhammad SAW mewajibkan kepada tiap Muslim pria dan wanita untuk memperoleh pengetahuan. Menurut sebuah hadits Beliau menyuruh umatnya untuk menuntut ilmu walaupun sampai ke negeri Cina. Dalam hadits lainnya disebutkan bahwa mencari ilmu pengetahuan yang bermanfaat bisa menjadi penebus dosa-dosa yang pernah dilakukan.

2. Doa para Nabi dan orang-orang shaleh banyak disebutkan di dalam Al-Qur'an. Allah memerintahkan kepada umatnya di dalam Al-Qur'an untuk berdoa: “...Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan” (Surat Thaahaa : ayat 114). Doa ini merupakan doa yang cukup populer bagi umat Nabi Muhammad SAW selama berabad-abad dan bahkan anak-anak kecil dari keluarga Muslim sudah menghafalkan dan membaca doa ini.

3. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dan itu dikarenakan Allah SWT memberikan akal pikiran serta pengetahuan kepada manusia. Karena akal pikiran serta pengetahuanlah yang membuat manusia lebih utama dibanding malaikat. Allah mengajarkan kepada Nabi Adam AS nama-nama benda lalu kemudian mengemukakannya kepada para malaikat (Al-Baqarah : ayat 31-­33). Hikmah atau ilmu adalah harta yang sangat berharga dan kekayaan yang tiada habisnya.Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah) (Al-Baqarah : ayat 269).

4. Islam begitu menekankan betapa pentingnya pendidikan itu. Dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 122, Allah SWT berfirman: Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
Jihad merupakan kewajiban bagi tiap Muslim laki-laki dewasa ketika keamanan Islam dalam bahaya. Bahkan dalam keadaan darurat dan kritis pun kewajiban untuk belajar tetap tidak hilang. Orang-orang beriman diserukan agar jangan semua diantara mereka itu pergi ke berjihad ke medan perang. Akan lebih baik jika mereka menyisakan sebagian lagi untuk belajar agama sehingga memiliki kemampuan untuk mengajar nantinya.

Nabi Muhammad SAW membebaskan para tawanan perang Badar tanpa tebusan, cukup dengan syarat para tawanan tersebut mengajarkan anak-anak Muslim bagaimana membaca dan menulis. Hal ini memperlihatkan pandangan Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya pendidikan dan melek huruf bagi anak-anak Muslim.

5. Para ahli tafsir umumnya berpandangan bahwa surat Al-Ahzab ayat 34 ditujukan bagi istri-istri Nabi Muhammad SAW. Istri-istri Nabi Muhammad SAW diinstruksikan untuk belajar apa-apa yang telah dibacakan di rumah mereka dari Al-Qur'an dan hikmah. . Istri-istri Nabi Muhammad SAW menjadi sosok Ibu bagi Umat Islam baik ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup ataupun ketika beliau sudah wafat. Istri-istri Nabi merupakan sosok yang dalam kesehariannya banyak mendapatkan pengajaran langsung dari Nabi Muhammad SAW dan diantara mereka banyak yang meriwayatkan hadits dan diminta pendapatnya tentang suatu hukum. Namun secara tidak langsung apa yang Allah SWT firmankan dalam ayat tersebut berlaku juga secara umum bagi wanita muslimah dalam memperoleh pendidikan dan mendapatkan pengajaran. Ini dikarenakan seorang wanita akan menjadi Ibu nantinya. Dan peran seorang Ibu dalam Islam sangat vital karena mereka mendidik dan membina anak-anak agar tercipta generasi-generasi penerus yang dapat dibanggakan baik akhlak dan kepribadiannya maupun ilmu agama dan ilmu pengetahuan yang dimiliki.

6. Berdasarkan Al-Qur'an surat Al-Mujadilah ayat 11, niscaya Allah akan memberikan derajat yang tinggi serta penghargaan kepada orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Al-Qur'an surat Al-Imran ayat 18 memasukkan orang-orang yang berilmu diantara mereka yang menyatakan tentang Keesaan Allah. Menurut sebuah hadits, derajat orang yang berilmu lebih tinggi dari ahli ibadah. Menurut hadits lainnya juga bahwa seseorang yang pergi belajar mencari ilmu maka ia akan dianggap sedang berada di jalan Allah (berjihad) sampai ia kembali lagi.

7. Pentingnya menulis dan pena (simbol dari menulis) sehingga mendapatkan tempat khusus dalam Al-Qur'an (Al-Qalam : 1-2), Allah SWT bersumpah demi pena dan di ayat lainnya Allah memerintahkan orang-orang beriman apabila mereka bermuamalah agar tidak lupa untuk menuliskannya. (Al-Baqarah : 282).