Menikah Diantara Dua Hari Raya (Ied)

muslimwedding Pertanyaan:

Saya memiliki pertanyaan berkenaan dengan pernikahan. Apakah Islam mengajarkan bahwa umatnya tidak diperbolehkan untuk menikah diantara dua hari raya (ied). Saya diberitahu oleh seseorang bahwa pernikahan diantara dua hari raya tidak dapat dilakukan kecuali pasangan itu sudah melakukan proses lamaran sebelum bulan puasa.

Jawaban:

Dalam Islam tidak aturan yang melarang pernikahan di waktu kapan pun. Larangan pernikahan yang ada yaitu dalam "menyempurnakan pernikahan" atau berhubungan badan antar suami-istri pada waktu tertentu. Contohnya tidak diperbolehkan "menyempurnakan pernikahan" ketika berpuasa atau ketika seseorang (ihram) melakukan Haji atau Umrah. Namun kalau hanya proses merayakan pernikahan maka tidak ada larangan pada waktu kapan pun juga.

Memang banyak kami temukan salah paham diantara umat Islam mengenai hal yang satu ini. Sumber kesalahpahaman ini berasal dari tradisi takhayul pagan sebelum datangnya Islam. Tradisi pagan tersebut menyebutkan tentang pertanda buruk baik itu hari, waktu ataupun yang lainnya dan tradisi seperti ini masih kental kita temui didalam masyarakat.

Dalam Islam Nabi Muhammad SAW menghapus semua takhayul dan pertanda-pertanda buruk tentang suatu hal. Beliau mengajarkan kita bahwa hanya Allah-lah yang dapat memberikan manfaat atau mencelakakan. Beliau mendorong kita untuk berpikir positif sambil berusaha sekuat tenaga dan lalu menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Dan jika kita sebagai hamba Allah bingung tentang suatu tindakan yang akan diambil dari beberapa pilihan yang ada maka dianjurkan untuk melaksanakan shalat Istikharah.

Sumber: Islam.ca